BONESATU.COM – Kabupaten Bone sebagai sentra produksi pertanian di Sulsel kembali menduduki posisi tertinggi dalam produksi Beras.
Untuk posisi Januari sampai November, produksi Beras di Kabupaten Bone mencapai 524.910 Ton dan sekaligus menempatkan Bone sebagai penghasil Beras ke 5 terbesar dari 120 Daerah Penghasil Beras di Indonesia.
” Ini sebagai bentuk komitmen kita dalam mewujudkan kemandirian di sektor pangan, khusunya pada sektor pertanian,”ungkap Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, Rabu (39/10/25).
Menurut dia, keberhasilan dalam produksi beras tahun ini, tidak lepas dari berbagai bantuan dan terobosan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat pada sektor pertanian.
” Banyak bantuan kita dapat dari pusat, baik berupa peralatan pertanian, bibit dan kemudahan mendapatkan pupuk. Ini cukup memberi pengaruh yang signifikan,”ucapnya.
Sementara, untuk lebih memaksimalkan potensi daerah sendiri kata dia, Pemerintah Daerah akan mengeluarkan kebijakan penerapan IP 300, yakni penanaman padi 3 kali setahun pada wilayah – wilayah yang memungkinkan.
” Ini yang terus kita kembangkan, seiring dengan semakin membaiknya infrastruktur pertanian kita, terutama pada sarana irigasi, “sebutnya.
PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DRPD) Bone, Nurdin mengakui bahwa produksi beras saat ini belum termasuk dalam program IP 300.
” Saya yakin kalau kita efektifkan IP 300 ini, tentu produksi akan bertambah besar, tinggal kita perkuat pembinaan untuk mengatasi persoalan yang timbul, “tuturnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, urutan produksi beras terbesar diperoleh Kabupaten Indramayu dengan produksi 860.974 Ton menyusul Kabupaten Banyuasi 671.114 Ton, Kabupaten Karawang 604.713 Ton dan Subang 589.813 Ton.
Untuk di Sulsel sendiri, urutan kedua setelah Bone ditempati Kabupaten Wajo dengan produksi 423.853 Ton, menyusul Pinrang 329.865 Ton, Sidrap 314.504 dan Luwu 164.891 Ton.
Laporan : Budiman







