BONESATU.COM – Kondisi proyek Bola Soba yang terkatung – katung sejak dimulainya pada tahun 2023 lalu mengundang reaksi dari elemen masyarakat yang meminta agar proyek tersebut segera dituntaskan.
Seperti diungkap salah satu pemerhati Budaya, Andi Ardiman bahwa, Bola Soba merupakan identitas inti dari sejarah budaya Kabupaten Bone yang harus dipertahankan sepanjang zaman.
” Bola Soba itu pada dasarnya adalah mercusuar budaya Bone. Dia adalah sentra dalam sejarah peradaban orang Bone, makanya terlepas dari segala masalah yang terjadi, yang jelas harus jadi prioritas pemerintah “, tegasnya, Senin (22/9/25).
Menurut dia, sangat disayangkan jika disatu sisi orang berupaya mengangkat dan melestarikan bukti – bukti sejarah dan budaya mereka, sementara di sisi lain kita di Bone justru terkesan mengabaikan warisan bukti sejarah dan budaya tersebut.
Sekedar diketahui, Bola Soba yang terletak di JL. Latenritatta, Watampone, Kabupaten Bone mengalami kebakaran pada tahun 2021 lalu.
Akibat dari kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan Bola Soba, sehingga mengharuskan pergantian bangunan yang baru.
Pada tahun 2022 , Pemkab Bone mulai mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 10,5 Milyar untuk pembangunan Bola Soba yang baru dan sekaligus memindahkan lokasinya pada sebuah hamparan lahan seluas 3 Hektar yang terletak di Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Namun karena berbagai kendala, proyek tersebut baru dimulai pada awal tahun 2023.
Bukan hanya sampai disitu, kendala berikutnya muncul karena Kayu Ulin yang menjadi material utama bangunan dikabarkan hanyut sehingga proyek terpaksa terhenti.
Pihak DBCKTR Bone terpaksa menghentikan kontrak sementara dengan CV. Megah Jaya selaku rekanan pelaksana.
Pada tahun 2024, pihak rekanan telah berhasil mendatangkan kayu yang dimaksud, namun kendala lainnya muncul.
Anggaran pelaksanaannya sudah tidak tercantum dalam APBD, sehingga proyek lagi – lagi tidak bisa dilanjutkan.
Laporan : Budiman







