{"id":10040,"date":"2021-06-17T22:13:30","date_gmt":"2021-06-17T13:13:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bonesatu.com\/?p=10040"},"modified":"2021-06-21T16:18:16","modified_gmt":"2021-06-21T07:18:16","slug":"pahami-uu-ite-untuk-membuat-konten-menarik-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/2021\/06\/17\/pahami-uu-ite-untuk-membuat-konten-menarik-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Pahami UU ITE untuk Membuat Konten Menarik di Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p><strong>BONE<span style=\"color: #ff0000;\">SATU.COM,<\/span> Bone<\/strong> \u2013 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan kegiatan virtual berupa Rangkaian Literasi Digital \u201cIndonesia Makin Cakap Digital\u201d pada 17 Juni 2021 di Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga Lembaga ini, khusus pada penyelenggaraan Literasi Digital pada wilayah Sulawesi. Kegiatan bertema \u201c<em>Digital Ethics<\/em>\u201d tersebut dipandu Septy Wulandari dan menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Citra Rosalyn Anwar selaku Dosen Universitas Negeri Makassar sekaligus anggota Japelidi, Dody Kurniawan selaku pemuka pendapat dan pegiat media kreatif, Badruzzaman selaku Peneliti Ahli Madya Balai Litbang Makassar, serta Andi Muh Fadli selaku Dosen Komunikasi UIN Makassar. Rangkaian Literasi Digital \u201cIndonesia Makin Cakap Digital\u201d di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 peserta<em>.<\/em><\/p>\n<p>Kegiatan yang diikuti sebanyak 499 peserta ini diawali dengan pemaparan dari narasumber pertama yaitu Citra Rosalyn Anwar dengan materi \u201c<em>Digital Skills<\/em>: Cakap Bermedia Digital\u201d. Menurut Citra, ada beberapa indikator kecakapan dalam bermedia digital, seperti keterampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Ia menambahkan bahwa semua orang memiliki keharusan untuk menyebarkan konten yang positif. \u201cUntuk membuat dan berbagi konten positif, kita harus memahami UU ITE, menjaga rekam jejak digital, menghapus dan meralat konten yang keliru, serta mendorong sinergi untuk berkolaborasi,\u201d pesan Citra.<\/p>\n<p>Narasumber kedua adalah Dody Kurniawan yang menyampaikan materi \u201c<em>Digital Ethics<\/em>: Bijak di Kolom Komentar.\u201d Dody menjelaskan bahwa bermedia sosial di era digital merupakan suatu kebutuhan akan eksistensi diri dimana penggunanya dapat berbagi konten. \u201cApa yang kita lihat di media sosial bukan kenyataan sesungguhnya, melainkan sebuah representasi,\u201d tambah Dody.<\/p>\n<p>Menurut Dody, semua orang bebas berpendapat. Namun, kebebasan tersebut memiliki tanggung jawab. \u201cWarganet berasal dari berbagai kalangan. Kita harus bertanggung jawab ketika mengunggah sesuatu karena bisa dimaknai berbeda oleh warganet yang melihatnya.<\/p>\n<p>Badruzzaman sebagai narasumber berikutnya membahas \u201c<em>Digital Culture<\/em>: Konten Moderasi Beragama\u201d. Ia menuturkan, media digital adalah ruang terbatas untuk menyampaikan pesan-pesan agama secara sempurna. \u201cKonten dalam media sosial sebaiknya memuat nilai-nilai moderasi beragama, seperti kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan kearifan lokal,\u201d sarannya.<\/p>\n<p>Narasumber terakhir, Andi Muh Fadli, memberikan materi \u201c<em>Digital Safety<\/em>: Tips Berinternet Sehat\u201d. Fadli menuturkan, bahwa setiap orang harus menggunakan internet secara bijak, sopan, dan sesuai kebutuhan. Dibalik kemudahannya, dunia digital memiliki risiko, seperti kecanduan pada anak dan rekam jejak digital yang sulit dihapus. Untuk itu, kita harus melindungi data pribadi, jeli dalam mendeteksi penipuan, menjaga rekam jejak digital, menghindari sikap sok tahu, dan berpikir sebelum mengunggah sesuatu di media sosial. \u201cTahan jempol meskipun kita mengetahui informasi sebenarnya. Periksa ulang sebelum mengirim karena apa yang kita unggah menjadi tanggung jawab pribadi\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Sepuluh peserta beruntung akan mendapatkan uang elektronik masing-masing Rp. 100.000.<\/p>\n<p>Kegiatan Literasi Digital mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan pastinya mengedukasi. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat khususnya Sulawesi. Salah satu peserta, Nirwana Sari, bertanya tentang cara bijak dalam bermedia sosial agar dapat menghasilkan uang. Menurut Citra, kita dapat memanfaatkan lokapasar atau menjadi konten kreator yang positif.<\/p>\n<p>Kegiatan Literasi Digital \u201cIndonesia Makin Cakap Digital\u201d di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan\u00a0 materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui <a href=\"https:\/\/www.siberkreasi.id\/\">https:\/\/www.siberkreasi.id\/<\/a> dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONESATU.COM, Bone \u2013 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan kegiatan virtual berupa Rangkaian Literasi Digital \u201cIndonesia Makin Cakap Digital\u201d pada 17 Juni 2021 di Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga Lembaga ini, khusus pada penyelenggaraan Literasi Digital pada wilayah Sulawesi. Kegiatan bertema \u201cDigital Ethics\u201d tersebut dipandu Septy Wulandari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[95],"tags":[],"class_list":["post-10040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10042,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10040\/revisions\/10042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonesatu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}